Thursday, May 22, 2014






CABA SMA NEGERI 5 BARABAI

ada yang ketinggalan 1 orang dalam foto sapa kah kalo . . . . .


SKK dan TKK Wajib Kemah

SKK Berkemah menjadi salah satu dari 10 SKK dsan TKK wajib sebagaimana SKK Penabung. Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Berkemah harus dipenuhi oleh seorang peserta didik untuk mendapatkan TKK (Tanda Kecakapan Khusus) Berkemah yaitu tanda yang menunjukkan kecakapan dan keterampilan seorang anggota pramuka dalah hal berkemah.
SKK Berkemah ini merupakan salah satu kecakapan khusus bidang keterampilan dan teknik pembangunan. Setiap anggota pramuka mulai dari siaga, penggalang, penegak, hingga pandega dapat mengajukan dirinya untuk menyelesaikan Syarat Kecakapan Khusus Berkemah ini untuk memperoleh Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Berkemah yang berwarna dasar hijau ini.
berkemah

Gambar TKK Berkemah

Gambar Tanda Kecakapan Khusus Berkemah adalah sebagai berikut:
TKK-Berkemah
Sebagaimana TKK lainnya, bentuk dan bingkai TKK berkemah akan berbeda menyesuaikan dengan golongan pramuka pemakainya serta tingkatan TKK-nya. Untuk gambar TKK Berkemah golongan pramuka siaga berbentuk  segi tiga terbalik. Sedangkan untuk golongan pramuka lainnya berbentuk lingkaran (untuk tingkat purwa), persegi (madya), dan segi lima (utama). Garis tepinya berwarna merah untuk pramuka penggalang dan berwarna kuning untuk pramuka penegak dan pandega.

Syarat Kecakapan Khusus Berkemah

Syarat Kecakapan Khusus Berkemah untuk mendapatkan TKK Berkemah untuk masing-masing golongan pramuka adalah sebagai berikut:
Syarat Kecakapan Khusus Berkemah untuk pramuka siaga
Seorang Pramuka Siaga harus:
  1. sedikitnya sudah 3 kali mengikuti Perkemahan Sehari (Persari = Dagkamp),
  2. dapat mengatur barang-barang di dalam tendanya,
  3. mengerti dan dapat menjaga kebersihan perkemahan barungnya.
Syarat Kecakapan Khusus Berkemah untuk pramuka penggalang, penegak, dan pandega
  1. Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
    1. sedikitnya sudah 3 kali mengikuti perkemahan sehari semalam (misalnya Perkemahan Sabtu Minggu = Persami), dan satu kali perkemahan yang lebih dari 2 malam,
    2. dapat memperlihatkan cara menyusun isi kantong punggung (ransel = rugzak) dengan baik dan rapih,
    3. mengetahui dan dapat mendirikan tenda regu (untuk 6 – 10 orang), dengan rapih dan benar, termasuk pemakaian simpul dan pembuatan paritnya,
    4. mengetahui dan dapat mengatur perkemahan regu/sangganya (mengatur barang dalam tenda, isi tenda dapur, barang-barang di rak piring, rak sepatu, dan lain-lain.
    5. mengetahui dan dapat menjaga kebersihan perkemahan regu/sangganya, termasuk pembuatan tempat sampah basah dan sampah kering, serta membawa pulang ke rumah alat-alat dapur dan barang lainnya dalam keadaan bersih.
      Khusus untuk Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan:
    6. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga, sehingga mencapai Berkemah.
  2. Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
    1. telah memenuhi SKK Berkemah Tingkat Purwa,
    2. tahu keperluan perlengkapan berkemah untuk perorangan dan regu/sangganya,
    3. mengetahui dan dapat mengatur perkemahan regu/sangganya, yaitu:
      • dapat menempatkan letak tenda tidur, tenda dapur, tiang jemuran rak piring, rak sepatu, tempat sampah, dan sebagainya,
      • dapat mengatur aliran air hujan,
    4. dapat mendirikan berbagai macam tenda, misalnya tenda tidur, tenda dapur, tenda makan, tenda beratap ganda (double dek), melipat serta memelihara tenda regu,
    5. dapat membuat pagar, tiang jemuran, rak piring, rak sepatu dan lain-lain secara sederhana.
      Khusus untuk Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan:
    6. dapat membuat pembagian tugas kerja (korve) bagi anggota regu/sangganya,
    7. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka, sehingga mencapai TKK Berkemah Tingkat Purwa.
  3. Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
    1. telah mencapai SKK Berkemah Tingkat Madya,
    2. tahu keperluan perlengkapan berkemah untuk pasukan/ambalan, dan peraturan serta syarat-syarat perkemahan yang baik,
    3. dapat mengatur letak perkemahan regu/sangga dalam pasukan/ambalannya, termasuk menentukan letak lapangan upacara dan tempat berlatih,
    4. tahu cara penentuan tempat sanitasi (tempat mandi, cuci dan kakus),
    5. dapat mendirikan tenda besar dari kain terpal, atau membuat tenda darurat dari bahan yang ada di sekitarnya
    6. tahu syarat perkemahan yang baik dan:
      1. dapat mencari tempat berkemah yang memenuhi syarat perkemahan,
      2. dapat mengusahakan air minum yang sehat di perkemahan,
      3. mengetahui usaha untuk mendapatkan izin orang tua, kwartir, pemerintah setempat, dan pemilik tanah, serta tempat-tempat lainnya.

        Khusus untuk Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan:
    7. dapat menyusun acara perkemahan Penggalang/Penegak/Pandega, untuk sedikitnya selama 24 jam,
    8. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka, sehingga mencapai TKK Berkemah Tingkat Madya.
Syarat-syarat kecakapan khusus Berkemah yang termasuk SKK bidang keterampilan dan teknik pembangunan ini harusnya tidak sulit untuk dicapai. Apalagi keterampilan berkemah seharusnya menjadsi salah satu keterampilan yang dikuasai oleh setiap pramuka.

Jenis Pasak Dalam Pembuatan Tenda dan Cara Penggunaannya

Jenis pasak tenda dan cara memasangnya tentu menjadi salah satu teknik kepramukaan yang wajib diketahui oleh semua anggota pramuka. Apalagi saat mendirikan kemah atau tenda. Tentu sangat diperlukan pengenalan akan macam jenis pasak tenda sehingga dapat menggunakannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Selain mengenal jenis-jenisnya pun dapat mempraktekkan cara memasang pasak dengan baik dan benar. Jenis pasak dan cara pemasangan akan menentukan pada kekuatan dan kerapian tenda yang didirikan.
Pasak tenda adalah sejenis paku yang terbuat dari besi, alumunium, kayu, bambu atau bahan lainnya yang digunakan untuk menautkan tali pengekang tenda. Sehingga bisa dikatakan pasak sebagai salah satu perlengkapan utama dalam mendirikan tenda di samping tenda dan tali. Pasak ini juga digunakan untuk mendirikan tiang bendera, gapura tenda, dan perlengkapan lainnya di perkemahan.
Mengingat pentingnya peran pasak tenda dalam kegiatan kepramukaan, utama perkemahan, sudah selayaknya setiap pramuka mengenal macam jenis pasak dan dapat memasak (memasang pasak) dengan baik dan benar.
pramuka memasang pasak tenda
Pramuka sedang memasang pasak tenda

Macam Jenis dan Bentuk Pasak Tenda

Macam jenis pasak tenda dapat dibedakan berdasarkan bahan dan bentuknya. Menurut bahan pembuatnya, pasak tenda terdiri atas pasak yang terbuat dari besi, alumunium, kayu atau papan, bambu, dan ranting pohon. Pasak dari besi dan alumunium umumnya harganya lebih mahal namun memiliki beberapa kelebihan antara lain lebih kuat, awet dan bisa digunakan berulang kali, serta praktis saat digunakan, dibawa, maupun disimpan. Apalagi yang terbuat dari bahan alumunium yang beratnya sangat ringan namun tetap kuat.
pasak besi dan alumunium - pramukaria
Gambar pasak yang terbuat dari besi dan alumunium

Pasak dari kayu, papan, bambu dan ranting pohon lebih murah dan dapat dibuat sendiri dengan mudah. Namun memiliki kelemahan seperti kekuatannya kurang, tidak tahan lama (untuk pemakaian berulang kali), mudah rusak, dan kurang praktis saat membawa atau menyimpannya.


pasak kayu dan bambu - pramukaria
Gambar pasak tenda yang terbuat dari kayu dan bambu
Sedangkan bentuk pasak untuk tenda terdiri atas bagian "kepala pasak", "badan pasak", dan "ujung pasak". Kepala pasak adalah bagian untuk menautkan tali sehingga dibentuk sedemikian rupa agar tali bisa tertambat dengan kuat dan tidak mudah terlepas. Sedangkan ujung pasak dibuat lancip atau runcing untuk memudahkan saat membenamkan pasak ke dalam tanah. Badan pasak sendiri umumnya berukuran antara 18 - 35 cm. Panjangnya ini disesuaikan dengan kondisi tanah tempat mendirikan tenda. 

Cara Memasang Pasak

Cara memasang pasak tenda adalah sebagai berikut:
  1. Tancapkan pasak pada tanah dengan posisi miring antara 300 - 450 berlawanan dengan arah datangnya tali. Jangan memasang pasak dengan posisi tegak, terlalu miring, atau bahkan miring ke arah tali (sejajar dengan tali) karena akan mengurangi kekuatan sehingga akan mudah tercabut.
  2. menancapkan pasak tenda - pramukaria
    Posisi menancapkan pasak ke dalam tanah
  3. Tanam pasak hingga menyisakan bagian kepala pasak dan sedikit badan pasak.
  4. Ikatkan tali pengekang tenda (tali sebelumnya telah diikat ke tenda atau tiang)  dengan menggunakan simpul pangkal.
  5. memasang tali ke pasak - pramukaria
    Memasang tali pada pasak dengan simpul pangkal
  6. Atur sedemikian rupa agar tali terkekang dengan kuat dan kencang.
  7. Pada tanah yang terlalu lunak atau dalam kondisi berangin kencang (yang dikhawatirkan pasak tidak kuat), dapat menggunakan pasak ganda. Pasak kedua diletakkan disebelah depan pasak pertama. Cara menalinya; Tali dari tenda disimpul di pasak pertama kemudian ujung sisanya disimpul lagi di pasak kedua. Keduanya menggunakan simpul pangkal.
Cara membuat simpul pangkal bisa dipelajari di: 

Menyimpan Pasak

Karena sebagai salah satu peralatan pokok dalam berkemah, sudah sewajarnya pasak dipelihara dan disimpan dengan benar. Sehingga pasak tenda ini dapat digunakan setiap waktu dan tidak hilang. Diperlukan ketelitian saat menggunakan dan mengambil pasak sehingga tidak ada pasak yang tertinggal yang kemudian mengakibatkan pasak akan berkurang dari hari ke hari.

Itulah teknik kepramukaan terkait dengan pasak, macam jenis pasak, serta cara memasang dan merawat pasak. Semoga dengan menguasai teknik kepramukaan ini para pramuka dapat berkegiatan, terutama berkemah dengan lebih menyenang

Tenda Camping


Camping sudah sangat tidak asing lagi bagi seorang Pramuka yang mana sudah merupakan suatu keharusan dan keasyikan yang mengandung pendidikan serta penempaan karakter dan mental sebagai panji yang membangun Negeri menjadi Lebih Baik.

Di dalam aktivitas camping sendiri, tenda camping adalah pengetahuan mutlak sebagai pengetahuan dasar bagi setiap pramuka, misalnya mengatahui cara mendirikan tenda dengan baik dan benar untuk bermacam tipe tenda yang ada serta kapasitas tenda yang ada.

Ada beberapa Jenis Tenda Untuk Berkemah 

Bivak

Bivak atau lebih sering dikenal dengan nama Tenda Darurat atau Tenda Sederhana sering dipakai pada saat perkemahan di alam bebas atau kegiatan praktek bertahan hidup di alam bebas (survival). bahan yang digunakan lazimnya adalah ponco (jas hujan) yang biasa kita pakai pada saat berkendaraan roda 2 di kala hujan, atau boleh juga di buat dengan reranting pohon dan lain sebagainya dengan cara yang sederhana serta menjadikan tenda camping ini tempat berlindung sementara/harian.

Tenda Dome

Sesuai dengan namanya, tenda camping berikut ini berbentuk seperti lingkaran dan unik dengan berbahankan    Parachut Nylon dan Fiber Frame sebagai tiang penyangga dan dilengkapi dengan cyber tent atau lapisan luar yang tentunya tahan air. 
Tenda Dome dapat di didirkan cukup oleh 1 orang saja pada dasarnya, ukuran tenda ini juga beragam mulai dari tenda perorangan, 2 orang bahkan untuk tenda beregu. 

Tenda Pramuka/Tenda Pleton

Disebut tenda Pramuka, karena tenda camping yang satu ini sering dipakai untuk berkemah oleh anggota pramuka, bentuknya standar namun lebih sulit dalam mendirikanya, artinya akan sangat sulit jika dikerjakan oleh 1 orang. Namun dilain sisi, tenda ini memiliki kekuatan yang baik dan cukup untuk menampung personil dalam ukuran regu. 
Tenda Pramuka ini juga ada dalam ukuran besar bahkan 1 pleton, hingga ada yang menyebutnya dengan nama tenda pleton. 
Demikianlah beberapa tenda camping yang memang banyak dipakai untuk perkemahan  pramuka, silahkan pilih mulai dari tingkat praktis, manfaat, daya tahan serta tingkat ekonomi harganya.